Berbagi Pengalaman dan Informasi

Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2022

Perbedaan MCB dan MCCB Yang Harus Kamu Ketahui

Perbedaan MCB dan MCCB Yang Harus Kamu Ketahui


Di dunia kelistrikan bagi teman-teman sering mendengar komponen listrik yang Bernama MCB dan MCCB meskipun fungsinya sama tapi ada beberapa factor yang membuat komponen ini berbeda baik MCB maupun MCCB.

Pada postingan kali ini saya akan membagikan perbedaan antara MCB dan MCCB yang mungkin teman-teman belum ketahui atau baru tahu. Dan semoga postingan kali ini bisa  bermanfaat bagi teman-teman semua.

"Perusahaan ABB merupakan penemu MCB pertama di dunia pada tahun 1922".


Apa itu MCB ?

MCB 1 Phase dan 3 Phase
MCB 1 Phase dan 3 Phase

MCB atau biasa disebut (Mini Circuit Breaker) adalah komponen listrik yang sering digunakan di instalasi listrik di sebuah bangunan. MCB memiliki 3 jenis yaitu :

1)    1) MCB Tipe B  è MCB yang akan trip apabila arus beban lebih besar 3-5 kali dari arus maksimum  yang tertulis pada MCB, MCB ini biasa digunakan pada instalasi listrik di rumah-rumah maupun di industry kecil

2)    2) MCB Tipe C  è MCB  yang akan trip apabila arus beban lebih besar 5-10 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB, MCB ini biasa digunakan pada industri yang memerlukan arus tinggi biasa dipakai untuk penerangan gedung dan motor listrik yang relative kecil

3)    3) MCB Tipe D  è MCB yang akan trip apabila arus beban lebih besar dari 10-25 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB, MCB ini biasa digunakan untuk peralatan listrik yang mempunyai lonjakan yang tinggi ketika akan digunakan seperti Mesin Las, mesin-mesin produksi dan motor-motor listrik yang besar  

MCB bisa dibilang sangat vital pengaruhnya didalam instalasi listrik karena fungsinya yang sangat penting yaitu sebagai pelindung instalasi listrik dari arus yang berlebihan. Bisa dibilang jika ada arus lebih yang tidak sesuai dengan nilai maksimal arus yang ada di MCB maka MCB akan memutus aliran arus listrik tersebut. Tetapi jika arus listrik sesuai dengan nilai arus dari MCB maka MCB akan mengalirkan arus listrik tersebut layaknya saklar dalam posisi aktif atau ON.

Untuk nilai Arus yang umum ada di MCB adalah 6A, 10A, 13A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, 63A, 80A, 100A dan 125A.


Apa itu MCCB ?

MCCB dengan berbagai ukuran
MCCB dengan berbagai ukuran

MCCB atau biasa disebut (Molded Case Circuit Breaker) merupakan komponen pengaman agar tidak terjadi hubung singkat atau trip dan overload atau beban berlebih agar tidak ada kerusakan maupun sampai terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh hubung singkat yang selalu menimbulkan bunga api pada beban. Karena ukuran MCCB lebih besar daripada MCB maka MCCB sendiri biasa digunakan di industry karena MCCB hanya untuk pengaman listrik 3 phase (R,S,T) dan motor listrik industry yang menggunakan 3 phase. Untuk MCCB sendiri mempunyai kapasitas arus yang sangat tinggi sekitar 1000 Ampere. Sehingga MCCB hukumnya wajib digunakan untuk kelas-kelas industry dikarenakan banyak peralatan yang ada di industry mempunyai beban arus yang sangat besar.

Selain memiliki fungsi untuk pengaman agar tidak terjadi hubung singkat dan kelebihan beban,

MCCB sendiri mempunyai fungsi yang lain yaitu Trip Level dan Interrupting Capacity. Apa itu Trip Level?, Trip Level merupakan ambang batas arus yang melalui MCCB tersebut, sehingga apabila arus tersebut melebihi ambang batas yang ditentukan maka MCCB akan switch off atau memutus aliran arus tersebut. Untuk Trip Level pada MCCB  dapat diadjust atau diatur sesuai kebutuhan batas arus yang akan dipakai, sehingga bisa fleksibel dalam menentukan ambang batas arus yang akan masuk pada beban berbeda dengan MCB yang sudah ditentukan batas-batas arusnya.

Kemudian Interrupting Capcity, apa itu?. Interrupting Capcity merupakan batas dari arus yang melewati MCCB sebelum  MCCB itu rusak. Jika melebihi Interrupting Capacitynya maka dipastikan tidak akan berfungsi. Kapasitas nilai MCCB jauh lebih besar daripada punya MCB. Yang uniknya dari MCCB adalah ketika ada kondisi dimana listrik mengalami under voltage trip(ketika tegangan lebih rendah dari batas yang ditentukan) dan shunt trip (dapat memutus aliran arus dari sumber eksternal, bukan hanya karena melebihi batas arus yang diperbolehkan).

Jadi dari postingan ini dapat diambil kesimpulan perbedaan dari MCB dan MCCB yaitu sebagai berikut:

MCB

1)    1) Ukuran nilai ampere relative kecil sehingga cocok digunakan untuk perumahan atau industry kecil maupun menengah

2)    2) Harga MCB jauh lebih terjangkau

       3) MCB ada yang untuk 1 Phase dan 3 Phase

4     4) Nilai batas arus pada MCB sudah ditentukan pabrik sehingga harus diperhitungkan agar kinerja MCB bisa maksimal

5)    5) Ukuran MCB lebih kecil dari MCCB

MCCB

1)    1) Ukuran nilai ampere lebih besar dari pada MCB cocok digunakan untuk pabrik-pabrik industry besar atau bisa digunakan untuk gedung yang mempunyai alat-alat dengan beban arus yang besar

2)    2) Harga MCCB lebih mahal dari pada MCB

3)    3) MCCB hanya untuk 3 Phase

4)    4) Nilai batas arus di MCCB bisa diadjust atau diatur sesuai kebutuhan pemakai sehingga lebih fleksibel

5)    5) Banyak fitur yang ada di MCCB yang tidak ada di MCB

6)    6) Ukuran MCCB lebih besar dari MCB


Mungkin cukup sekian pada postingan kali ini tentang Perbedaan MCB dan MCCB jangan sampai teman-teman salah menggunakan dalam pengaplikasiannya. Semoga teman-teman paham dan jika ada pertanyaan bisa tulis dikolom komentar seputar postingan kali ini. Terima kasih😊


Senin, 26 September 2022

Tips & Trick #5 Cara Mudah Menghitung Ampere Pada Motor 1 dan 3 Phase Dengan Benar

Tips & Trick #5 Cara Mudah Menghitung Ampere Pada Motor 1 dan 3 Phase Dengan Benar

Motor Listrik 3 phase
Motor Listrik gear box 3 Phase

Oke teman-teman pada postingan kali ini saya akan membagikan tips & trick cara mudah menghitung ampere pada motor 1 dan 3 phase dengan benar.

Motor listrik tentunya tidak asing lagi buat kita dan sudah menjadi fakta umum bahwa motor listrik hampir sekitar 80% digunakan di dunia industri. Tentunya kalau berbicara tentang motor listrik teman-teman harus tahu bahwa motor listrik sendiri ada 2 jenis, yaitu motor listrik 1 phase dan 3 phase.

Dimana motor 1 dan 3 phase berbeda untuk Teknik wiringnya atau pengkabelannya. Contohnya untuk motor listrik 1 phase kita hanya perlu mengkoneksi Phase (L) dan Netral (N) saja untuk membuatnya bergerak. Sedangkan untuk motor listrik 3 phase kita harus mengkoneksikan Phase R S dan T ke motor agar motor tersebut bergerak.

Jika kalau teman-teman sudah tau mengenai jenis motor listrik, sekarang saya akan memberitahu cara menghitung amperenya. Kenapa perlu menghitung ampere pada sebuah motor listrik?. Karena supaya kita tahu berapa nilai besaran ampere dari Kontaktor yang digunakan semisal kita akan menggunakan kontaktor sebagai pemutus dan penyambung arus listrik untuk menggerakan motor tersebut.

MENGHITUNG AMPERE MOTOR LISTRIK 1 Phase

Disini saya punya name plate pada motor listrik 1 phase

name plate motor 1 phase
Contoh Name Plate Motor Listrik 1 Phase

Kalau dilihat dari name plate motor listrik diatas kita bisa menggunakan rumus daya karena motor tersebut hanya motor listrik  phase sehingga menggunakan rumus daya bisa untuk mencari besar ampere yang dimiliki motor tersebut. Perhitungannya seperti ini:

Rumus Daya  

P = V x I

I = P/V

Keterangan

P = daya

V = Tegangan

I = Ampere

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diketahui:

P = 1450 watt

V = 220 volt

Ditanya: berapa nilai amperenya?

Jawab:

I = P/V

1450 / 220

=  6,59 ampere

Jadi Ampere yang dimiliki oleh motor listrik 1 phase tersebut adalah 6,59 ampere


MENGHITUNG AMPERE MOTOR LISTRIK 3 Phase

Disini saya memiliki nameplate untuk motor listrik 3 phase 

name plate motor 3 phase
Contoh Name Plate Motor listrik 3 phase

Dari name plate motor listrik 3 phase diatas kitab isa mengetahui berapa ampere yang dihasilkan dengan melakukan perhitungan seperti berikut:

Rumus Daya Motor 3 Pahase:

P = √3 x V x I x Cos φ
I  = P/(V x √3 x Cos φ)

Keterangan:        

P = Daya (watt)

I = Arus (Ampere)

V = Tegangan (Voltage)

√3 = konstanta kalau memakai motor 3 phase, jika nilainya didecimalkan maka akan bernilai 1.73

Cos φ =  Faktor Daya, biasa digunakan 85% dari motor, standar nilainya 0.85

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diketahui:

P = 5.5 kw = 5.5 x 1000 = 5500 Watt

V =  380 V

Cos φ = 0,71 (terdapat di name plate motor listrik yang ada di gambar)

Ditanya : Berapa nilai amperenya?

Jawab

I  = P / (V x √3 x Cos φ)

I = 5500 / (380 x 1.73 x 0.71)

I = 5500 / 466.75

I = 11.78 Ampere

Nah, gimana apa sudah paham dengan penjelasan singkat yang saya berikan. Tapi perlu diingat ketika teman-teman menemui contoh kasus seperti ini misalnya:

“Apakah bisa menghitung ampere motor listrik 3 phase jika HP motor yang diketahui?” contoh nya seperti ini

Contoh name plate motor 3 Phase

James Watt menggunakan tenaga kuda sebagai perbandingan agar pembeli yakin bahwa lebih menguntungkan menggunakan mesin uap dibanding dengan tenaga kuda yang mereka pakai sehari-hari.

Dari gambar name plate motor listrik 3 phase ada HP, sebelum melakukan perhitungan, HP yang ada di name plate motor listrik adalah singakatan dari Horse Power kenapa dikaitkan dengan tenaga kuda?, jadi singkatnya dulu James Watt penemu mesin uap ketika akan mengembangkan pemasaran pada mesin uap yang dibuatnya, James Watt melakukan perbandingan antara tenaga mesin uap yang dia produksi dengan tenaga kuda karena agar calon pembeli yakin bahwa akan lebih menguntungkan jika menggunakan tenaga mesin uap dibandingkan dengan tenaga kuda yang mereka pakai sehari hari.

Kembali ke perhitungan, jadi 1 HP itu sama dengan 746 Watt (W)

Berarti

Diketahui :

P = 15 HP  à  15 x 746 = 11190 Watt  

V = 380V

Cos φ = 0,85 (karena di name plate motor listrik tidak ada maka pakai nilai standarnya yaitu 0,85 untuk Cos φ )

Ditanya : Berapa nilai Amperenya?

Jawab:

I  = P / (V x √3 x Cos φ)

I =  11190 / (380 x 1.73x0.85)

I = 20,02 Ampere

Mungkin sekian dulu postingan tentang cara menghitung ampere pada motor listrik 1 dan 3 phase dengan benar, semoga teman-teman dapat memahami penjelasan saya yang singkat pada postingan kali ini. Jika ada pertanyaan bisa ditulis di kolom komentar. Terima kasih




Jumat, 16 September 2022

Tips & Trick #4 Cara Mudah Menghitung Ukuran Kabel Yang Benar

Tips & Trick #4 Cara Mudah Menghitung Ukuran Kabel Yang Benar

Pada postingan kali ini saya akan memberi tips & trick cara mudah untuk menghitung ukuran kabel listrik yang benar sesuai dengan kebutuhan.

Macam-macam kabel


Hal yang paling penting dalam menentukan ukuran kabel listrik adalah teman-teman harus tau sumber listrik yang teman-teman gunakan sehingga dapat mempermudah proses pemilihan ukuran kabel yang akan dipakai.

Hal ini bertujuan agar nantinya tidak ada hal-hal yang diinginkan seperti kabel terbakar dan tegangan drop yang bisa menyebabkan konsleting listrik dan lebih parahnya dapat menimbukan kebakaran.

Dalam setiap kabel itu sendiri memiliki Kemampuan Hantar Arus (KHA) yang berbeda-beda, maka dari itu teman-teman harus mengetahui berapa besar daya listrik yang dapat dihatarkan mellui kabel listrik tersebut.

Jika ditinjau dari fungsinya, kabel listrik 1 phase cocok digunakan untuk rumah hunian yang biasa mempunyai tengangan antara phase dan netral sebesar 220 VAC, sedangkan kabel listrik 3 phase yang biasa mempunyai tegangan antara phase dan netral sebesar 380 VAC lebih cocok digunakan untuk pabrik-pabrik industry, hotel dan rumah yang mempunyaii daya besar atau punya fasilitas yang membutuhkan daya besar seperti Lift, genset dll.

"Jika menggunakan kabel tidak sesuai ukuran maka akan mengaibatkaan konsleting listik bahkan bisa menimbulkan kebakaran"

Berikut ini adalah tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA) dari beberapa ukuran kabel

Tabel KHA
Tabel Kemampuan Hantar Arus

Oke langsung saja ke contoh kasus. Semisal saya membutuhkan ukuran kabel listrik untuk 1 phase dengan besaran daya yang dimiliki sumber listrik adalah 100 ampere, maka saya dapat menggunakan kabel listrik dengan daya hntar arus lebih besar sekitar 125% dari 100 ampere

KEMAMPUAN HANTAR ARUS (KHA )= (125% x Arus Max)

125% x 100 Ampere = 125 Ampere

Nah dari perhitungan tersebut kita bisa melihat hasil dari perhitungan untuk kemampuan hantar arus adalah 125 ampere, tapi di tabel tidak ada 125 ampere maka teman-teman bisa memilih angka yang mendekati 125 yaitu 135Ampere, jadi ukuran kabel listrik yang dibutuhkan adalah kabel listrik ukuran 35mm2

Mungkin dari teman-teman pembaca bertanya “lho kenapa kok di kali 125% ?”, jadi gini kenapa saya pakai 125% di dalam perhitungan. Karena angka tersebut merupakan nilai safety factor atau factor keamanan yang dimana nilai toleransi dari ukuran kabel lebih besar dari kemampuan maksimalnya yang bertujuan agar kabel listrik lebih tahan lama dan menjaga misalnya suatu saat ada lompatan atau lonjakan arus saat penambaan beban.

Demikian Tips & Trick Cara Mudah Menghitung Ukuran Kabel Listrik yang Benar Sesuai Kebutuhan. Semoga informasi di postingan kali ini bermanfaat kalau ada pertanyaan seputar postingan kali ini teman-teman bisa tulis di kolom komentar. Sekian terima kasih😁

Rabu, 27 Juli 2022

Mengapa Arus Listrik Berlawanan Dengan Pergerakan Elekron

Mengapa Arus Listrik Berlawanan Dengan Pergerakan Elekron

Oke teman-teman pada postingan kali ini saya akan membahas tentang "Mengapa Arus Listrik Berlawanan Dengan Pergerakan Elektron?". oke langsung saja yang penting tetap simak terus pembahasan di blog ini.

Jadi Arus listrik itu sendiri merupakan muatan listrik yang mengalir melalui media konduktor dalam tiap satuan waktu. Muatan listrik pada dasarnya dibwa oleh ELektron dan juga Proton yang berada di dalam sebuah atom. Proton sendiri memiliki muatan positif (+), sedangkan electron memiliki muatan negative (-), Proton sendiri hanya bergerak di dalam inti dari sebuah atom. Sedangkan electron mempunyai tugas untuk membawa muatan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Atom yang berada dalam bahan konduktor memiliki banyak electron yang bebas bergerak dari atom satu ke atom yang lainnya dengan arah yang sangat random, acak dan tidak teratur, oleh karena itu electron tidak bergerak ke satu arah tertentu.

Gambar Aliran Arus listrik dan Aliran Elektron


Tapi ketika tegangan listrik diberikan kepada bahan konduktor tersebut, maka electron yang tadinya bergerak bebas tidak karuan tersebut akan bergerak ke arah yang sama yaitu kutub positif sehingga menciptakan arus listrik.

Aliran arus listrik pada suatu rangkaian elektronika umumnya mengalir dari arah positif (+) ke arah negative (-). Arah dari aliran arus ini adalah aliran arus yang menggunakan prinsip muatan, dimana arus listrik seringkali didefinisikan sebagai aliran muatan listrik positif (+) pada suatu penghantar dari potensial yang tinggi ke potensial yang rendah. Namun aliran arus listrik ini berlawanan dengan pronsip aliran electron pada suatu konduktor.

Aliran electron atau bisa disebut dengan (Electron Flow), pada aliran ini sangat berlawanan dengan arah aliran dari arus listrik, karena pada konsep dasarnya electron itu partikel yang bermuatan negative (-) dan bergerak bebas yang ditarik ke arah kutub positif. Dengan begitu, arah dari aliran listrik pada sebuah rangkaian elektronika adalah aliran electron dari kutup negative batrai dan Kembali lagi ke kutub positif baterai. Sehingga arah aliran electron adalah dari arah negative (-) ke arah kutub positif (+). 

Bagaimana dengan penjelasan singkat ditas semoga teman-teman dapat memahami. sekian dulu terima kasih sudah mampir ke blog saya kalau ada yang bingung langsung saja tulis di kolom kokmentar, semoga ilmunya dapat bermanfaat. dan nantikan postingan selanjutnya.

Minggu, 10 Juli 2022

Berapa Sih Resistansi Tubuh Manusia?

Berapa Sih Resistansi Tubuh Manusia?

Halo teman-teman, mungkin dari kalian ada yang penasaran kok manusia dibuatnya dari tanah tapi kok masih bisa tersengat listrik ya?, kira-kira berapa sih resistansi tubuh manusia sehingga manusia bisa gosong ketika tersambar petir atau terkejut ketika secara tidak sengaja menyentuh benda yang memiliki aliran listrik.

Rambu tegangan tinggi
Gambar Rambu Tegangan Tinggi


Nah pada postingan kali ini saya akan membahas tentang resistansi yang dimiliki oleh tubuh manusia, siapa tau rasa penasaran teman-teman bisa terjawab dan menjadi ilmu yang bermanfaat.

Oke langsung saja, menurut jurnal penelitian di Science Centre Singapore pada tahun 2009, “Berjalannya arus listrik yang melalui tubuh manusia pada umumnya ditentukan oleh resistansi pada kulit yang dimilikinya, yang berkisar sekitar 1k Ω (ohm) pada kulit dalam kondisi kulit basah dan pada kondisi kulit kering yaitu sekitar 500K Ω (ohm). Hambatan internal dari dalam tubuh sendiri sangatlah kecil, yaitu antara 100-500 Ω (ohm)."

Tapi sebenarnya resistansi tubuh manusia terhadap aliran listrik sangatlah relative tergantung dengan kondisinya. Mengapa demikian, karena kulit di tubuh kita sendiri memiliki 2 lapisan yaitu lapisan luar (epidermis) dan lapisan dalam (dermis).

Untuk lapisan luar(epidermis) tersusun dari scally cell (sel-sel sisik) yang mempunyai resistansi yang tinggi pada saat kulit dalam kondisi kering, bersih dan tidak ada yang luka ataupun sobek. Untuk kulit bagian dalam (dermis), dikarenakan didalamnya berisi cairan tubuh  maka resistansi yang dimiliki relative rendah yaitu sekitar 300 Ω (ohm).

Jadi jika kulit kita sedang kering maka resistansinya akan tinggi dan cukup untuk melindungi dari bahaya sengatan listrik (meskipun dapat melindungi dari sengatan listrik, INGAT jika berada di Kawasan arus listrik hukumnya wajib memakai peralatan safety agar tidak membahayakan nyawa kita).
"INGAT jika berada di Kawasan arus listrik hukumnya wajib memakai peralatan safety agar tidak membahayakan nyawa kita"
Meskipun dilihat kulit kita kering, tapi jarang sekali kita jumpai bahwa kulit kita benar-benar kering. Pasti setiap orang cenderung berbeda-beda kondisi fisiknya mungkin ada yang berkeringat walaupun hanya sedikit. Oleh karena itu untuk kulit dalam kondisi basah mempunyai resistansi yang rendah.

Oh iya, jenis kelamin juga menentukan lho besar kecilnya resistansi tubuh. Contohnya laki-laki dewasa mempunyai resistansi tubuh yang besar dibandingkan Wanita dewasa. Oleh karena itu Wanita dewasa cenderung tersengat listrik disbanding pria dewasa karena resistansi tubuhnya rendah.

Oke begitu saja pada postingan kali ini, semoga rasa penasaran teman-teman terjawab ya. Nantikan postingan selanjutnya untuk informasi-informasi yang kalian butuhkan. Sekian terima kasih.😄